Gubernur Harum Soroti Isu Perbatasan Kaltim dan Kaltara, Siap Tindak Lanjuti
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang akrab disapa Harum, menyampaikan perhatian besar terhadap berbagai persoalan yang ada di kawasan perbatasan Kaltim, terutama yang berbatasan dengan Kalimantan Utara dan Malaysia. Salah satu masalah yang mencuat adalah kesulitan mendapatkan bahan bakar di Mahakam Ulu, yang berbatasan dengan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Harga bahan bakar di Malinau bahkan mencapai Rp 50.000 per liter, sementara harga gula sudah menyentuh Rp 35.000 per kilogram. Selain itu, harga semen di wilayah tersebut juga bisa mencapai harga yang sangat tinggi, bahkan ada yang mencapai jutaan rupiah.
Untuk mengatasi masalah ini, Gubernur Harum merencanakan pembangunan jalur transportasi sepanjang 120 kilometer antara Kaltim dan Malinau, yang akan dilaksanakan secara swakelola bekerja sama dengan Kodam VI Mulawarman. Harum juga menyoroti kondisi infrastruktur di kawasan perbatasan yang sangat memprihatinkan, yang membuat kehadiran pemerintah sangat dinantikan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan agar masyarakat setempat segera merasakan manfaatnya.
Selain itu, Harum juga berkomitmen untuk memperhatikan jalur menuju perbatasan Kaltim dan Kalimantan Tengah melalui jalur Murung Raya. Gubernur Harum akan memimpin langsung peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi infrastruktur yang ada dan mencari solusi terbaik. Ia berharap hasil dari sinergi yang dilakukan dapat segera dirasakan oleh masyarakat di perbatasan dan pedalaman.